Kamis, 24 Januari 2013

Persahabatan (Yuris)


Kami adalah beberapa jiwa yang disatukan dalam sebuah ikatan indah .. persahabatan :)

Delapan tahun lalu kami dipertemukan dengan tidak sengaja, mungkin sebuah kebetulan. Satu persatu saling mengenal, saling memahami, berbagi, lalu kami menemukan kenyamanan itu. Kenyamanan yang akhirnya menyadarkan kami bahwa ini bukan sekedar pertemanan biasa yang akan mudah dilupakan, ada benang-benang transparan yang mengikat kami dalam satu ikatan .. persahabatan. 

Sekarang aku yakin ada campur tangan Tuhan dalam pertemuan kami. Itu bukan sebuah kebetulan!

Sepuluh orang yang berbeda. Mempunyai kesukaan pada hal-hal yang tidak sama. Kebencian pada sesuatu yang tidak sama. Kami sering berdebat ini-itu, sana-sini, hanya untuk menyatukan semua isi kepala menjadi kesimpulan yang bisa memuaskan masing-masing dari kami.
Aku mencintai, bahkan memuja persahabatan ini ..

Aku tumbuh dewasa didalamnya. Bersama orang-orang hebat seperti kalian di sekitarku. Melewati banyak hal yang memberiku pengertian pasti apa itu bahagia. Menyadarkanku siapa orang-orang yang selama ini menuntunku kemudian menguatkanku kala keadaan mulai tidak berpihak padaku.  Entah bagaimana ... sejauh apa pun aku berjalan, menantang kehidupan, mencari jati diri, hanya pada kalian tempatku kembali. Hanya bersama kalian aku belajar mensyukuri hal-hal unik tapi menakjubkan yang kita lakukan bersama.

Persahabatan ini, adalah sesuatu yang membuatku merasa lengkap.  Menurutku kami memang dipertemukan bukan untuk menceritakan berapa banyak kesamaaan kami, tapi untuk menyadari begitu besar perbedaan kami, kemudian belajar saling melengkapi.

Sampai suatu hari, ketika kehidupan tidak selamanya seindah mimpi. Sebuah keputusan untuk masa depan harus diambil, pasti, dan akan dijalanani. Kami mulai sibuk merajut masa depan masing-masing, menentukan satu dari banyak pilihan. Lari sana-sini untuk mengurus ini-itu. Tiba-tiba banyak sekali hal yang membuat posisi kami menjadi sulit. Persahabatan ini jadi terasa tidak lagi semudah dulu. 

Suatu hal yang sukar dijelaskan menuntut kita untuk .... entahlah ... mungkin semacam menomerduakan persahabatan ini. 

Aku kehilangan .. Jelas ini sebuah kehilangan yang parah ..

Pertemuan-pertemuan kami yang biasa dilakukan seminggu sekali mulai terasa kurang, hambar, dan mungkin aneh. Tidak lagi sehidup dulu. Beberapa dari kalian menghilang karna kesibukan lain yang tidak bisa ditinggalkan hanya untuk pertemuan semacam ini. Kami tidak lagi lengkap bersepuluh disetiap kesempatan bertemu. Kadang hanya delapan orang, lima orang. Bahkan pernah disatu malam minggu, di cafe langganan kami, hanya tiga orang yang bisa meluangkan waktunya untuk sekedar ngobrol, berdebat sana-sini, untuk sekedar membuat persahabatan ini tetap ADA. 

Entah aku harus menyalahkan apa atau siapa. Bahkan mungkin sama sekali tidak ada kesalahan dalam hal ini. Kami punya alasan masuk akal untuk ketidakhadiran pada setiap pertemuan. Aku yakin kalian semua masih menganggap persahabatan ini ADA, masih sangat ADA, karna aku pun begitu. Hanya saja aku merindukan kebersamaan kita yang dulu. Kelengkapan kita yang dulu ..

Perbedaan itu kini terasa menakutkan. Tidak dapat lagi disyukuri. Karna kami berbeda, perjalanan kami berbeda, cara kami mencapai tujuan itu berbeda. Kehilangan itu berawal dari sebuah perbedaan. Jika memang ada yang harus disalahkan, mungkin satu-satunya yang bisa adalah perbedaan itu!  

Sekarang semuanya terasa semakin rumit. Persahabatan kita sampai pada masa-masa  yang sangat sulit. Tidak ada lagi pertemuan setiap minggunya. Aku sendiri mulai sibuk mempersiapkan masa depanku. Tanpa ada waktu bersenang-senang. Nyaris tidak ada waktu untuk diriku sendiri. Semua berlalu begitu cepat. Terlewati begitu saja tanpa makna ..

~~

Malam ini malam minggu, aku duduk di sebuah bangku kayu dalam sebuah cafe. Sepertinya lama sekali aku tidak lagi mengunjungi tempat ini. Aku lupa kapan terakhir kalinya menikmati malam minggu sampai larut disini, bersama kalian. Kalian ... sahabat-sahabatku .. 

Malam ini aku sendirian. Jika harus tertawa mengingat semua kenangan konyol kita, aku akan tertawa sendirian. Jika harus berdebat, aku akan berdebat sendirian. Mempertanyakan apakah persahabatan ini masih punya nama, punya arti, dan masih bisa diperjuangkan lagi selayaknya sebuah persahabatan sejati?

Kalian yang luar biasa, aku hanya ingin berterima kasih atas semua hal-hal menakjubkan yang pernah kita lalui bersama, atas banyak sekali pelajaran yang entah sadar atau tidak telah kalian berikan padaku, untuk kesabaran dan ketulusan kalian mendampingiku berjalan bahkan berlari sampai sejauh ini.

Dan maaf saat aku tidak bisa membayar semua itu dengan setimpal. Maaf jika aku belum mampu menjadi sahabat yang kalian mau. Maaf untuk segala kepedulian kalian yang mungkin belum kuhargai.

Kalian yang datang atas nama takdir. Kalian yang meskipun persahabatan ini mulai terasa sulit nyatanya tidak pernah mundur selangkah pun meninggalkanku. Kalian yang dengan sempurna menciptakan kebahagiaan dan kedukaan itu menjadi satu bingkai kelengkapan yang indah. 

Sahabat-sahabatku ...

Sejak awal pun Tuhan tidak menciptakan kita sama. Ketika saat ini sebuah perbedaan nyaris membuat jarak tak terjangkau di antara kita, itu semua bagian dari rencana Tuhan. Bukankah memang semua manusia diciptakan seperti itu. Dalam pengkotak-kotakan, pelebelan, semuanya berbeda, bukan hanya kita! Hanya saja beberapa dari mereka kalah dengan perbedaan itu. Tapi aku yakin kita bukan orang-orang yang disiapkan untuk kalah! Akan ada kemenangan setelah ini. Kemenangan yang memang sudah direncanakan untuk kita, persahabatan kita ..

Suatu saat nanti, ketika apa yang selama ini hanya menjadi impian kita telah terwujud, semua tujuan kita telah tercapai,  aku berharap, sangat berharap, persahabatan ini menemukan keutuhannya lagi. Karna sejauh apa pun kita pergi dari rumah persahabatan ini, selama apa pun kita menghilang dari pelukan persahabatan ini, hanya tempat nyaman inilah yang membuat kita kembali.  

Sementara ini aku pergi .. 

Aku meninggalkan banyak hal disini, temasuk kalian dan persahabtan kita untuk menempuh sebuah jalan yang akan membawaku sampai pada sebuah tujuan, mimpiku. Mimpi yang dulu hanya menjadi obrolan ringan kita di setiap pertemuan. Kali ini aku akan benar-benar mengejarnya .. mewujudkannya ..

Suatu saat aku akan kembali membawa sebuah kemenangan yang siap kita rayakan bersama. Demikian juga dengan kalian. Menempuh jalan yang berbeda demi satu tujuan serupa.  

Sampai jumpa sahabat. Sampai bertemu lagi dalam kemenangan atas perjuangan yang pernah kita tempuh bersama ..

Tentang persahabatan kita. Jika Tuhan yang membuat pertemuan itu, membuat kenyamanan, perbedaan kemudian ikatan itu, sekarang Tuhan yang membuat kebersamaan kita berhenti sejenak, suatu saat nanti Tuhan juga dengan tanganNya sendiri yang akan mempersatukan kita lagi. Membawa kita kembali pada rumah yang sesungguhnya .. persahabatan sejati.

Kalian adalah sesuatu yang datang dalam hidupku dan tidak pernah pergi ......


Ada sepuluh anak menjalin persahabatan, sekitar 7/8 tahunan .. merka dipertemukan secara tidak langsung melainkan satu persatu karena awal dari kenyamanan .. kita dari latar belakang yang sangat berbeda, tapi kita bisa berssatu karena satu tujuan yang sama .. tetapi lagi kita harus berjalan di jalan berbeda untuk sampai tujuan itu .. dan satu persatu kita tidak bisa datang dalam sebuah pertemuan yang dijanjikan .. dan kita berharap dipertemukan lagi saat tujuan itu sudah tercapai .. coba bayangkan kamu adalah seorang dari anggota itu dan kamu yang akan pergi sementara untuk mencapai tujuan itu lewat jalanmu ..

SALAH SATU HAL TERBAIK YANG KAMU DAPAT KETIKA MENGHADAPI SEBUAH MASALAH ADALAH KAMU BISA MELIHAT SIAPA SAJA TEMAN SEJATIMU
 

Rabu, 23 Januari 2013
Dunia Dalam Aksara – YanisNP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peduli - DuniaDalamAksara