Rabu, 01 Februari 2012

Donor Mata

"Mbak, kalo mau donor mata daftarnya dimana ya?"

"Siapa mau donor mata? Kamu?"

"Iya Mbak"

"Kamu pengen buta?"

"Nggalah Mbak, kalo donor mata gitu kan matanya diambil waktu udah mati"

"Berarti mayat kamu matanya bolong dong?"

"Nggak tau Mbak. Belum ada pengalaman"

"Coba aja ke dokter spesialis mata. Gitu sih biasanya mata kamu diperiksa dulu, masih bagus apa nggak. Atau bisa juga ke bank mata"


Oohhhh, jadi gitu caranya. Sudah lama aku ingin mendonorkan mataku. Untuk orang lain yang lebih membutuhkannya. Ketika tubuh ini kehilangan nyawa maka dia hanya akan menjadi raga kosong tanpa jiwa. Ketika liang lahat begitu terbuka untuk menerima, dan ulat-ulat belatung itu telah siap menggerogoti, tidakkah alangkah lebih baik jika 'harta' yang masih ku punya bisa menciptakan sebuah cahaya baru untuk kegelapan panjang. Bukankah akan lebih mulia jika mata ini bisa membuat siapapun itu yang buta mampu menatap dunia lagi dengan sebuah harapan baru. Mungkin aku tidak akan sempat mengenal dia yang telah menerima donor mataku nanti. Tapi aku turut bahagia untuk siapapun yang tidak sempat ku kenal itu. Semoga saja, segala sesuatu yang berawal dari niat baik juga akan menemui akhir yang baik. Amin


NB : Percakapan di atas terjadi di sebuah tempat makan. Dengan seorang senior yang cukup mempunyai pengalaman di bidang medis. Memulai langkah awal hari itu dan semoga berlanjut dengan langkah berikutnya yang akan lebih mempunyai makna


DuniaDalamAksara - YanisNP
21 Agustus 2011 
08.15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peduli - DuniaDalamAksara