Sabtu, 28 Januari 2012

.:. Aku Rindu .:.

Ini masih tentang kamu. Kamu yang sempat hidup bersamaku. Kamu yang dunianya pernah bersatu dengan duniaku. Kamu yang dulu begitu mencintaiku ..

Lembar bayangan itu masih ada. Masih jelas berjalan dibelakangku. Setiap aku membalikan badan aku masih melihatmu. Melihatmu yang tak lagi menghadapku. Kamu yang berjalan semakin jauh dariku.

Setetes lagi air mata jatuh untuk menangisimu. Aku mencari jalan damai dengan masa lalu itu. Berharap tak perlu lagi ada air mata untukmu. Hanya semu , lebih gelap setiap harinya.

Mereka bilang , “Jangan menangis untuk seseorang yang bahkan tak pantas melihatmu tersenyum” . Aku tau , hanya saja kadang aku tak mau tau. Ini jelas menyakitkan , tapi kadang aku menemukan kebahagiaan dalam kesakitan itu. Kebahagiaan yang tak bisa kutemukan dalam kemurnian.

Malam ini rindu menyatu dengan nafasku. Aku bisa rasakan rindu menikam tajam di hatiku. Aku merindukanmu .. sangat merindukanmu. Setelah cukup lama aku kehilangan semua tentangmu. Kehilangan kasih sayangmu , kehilangan waktu-waktu bersamamu.

Aku putuskan , malam ini tak akan menyimpan rindu dalam bejana waktu seperti malam-malam sebelumnya. Aku ingin kamu tau ..

“Tuuuttt , tuuuttt , ttuuuutt”

Suara sambungan telepon itu membuat air mataku semakin deras. Dulu kita saling merindu , aku tak perlu merasakan rindu ini sendirian. Dulu tak pernah ada waktu yang kulewatkan untuk bisa memperhatikanmu.

“Hari ini gimana sekolahnya? . Udah makan belum? . Jangan capek-capek yaa , jangan sampe sakit. Aku kangen ...”

Kapan aku bisa memperhatikanmu sedalam itu lagi? Kapan aku bisa memasuki hidupmu sejauh itu lagi. Aku kehilangan banyak hal tentangmu. Hal-hal yang belum kutemukan gantinya sampai saat ini.

“Hallo. Assalamualaikum”

Suara itu ...

“Waalaikumsalam”

“Ada apa? Belum tidur?”

“Emm , belum. Aku cuma mau tau kabar kamu”

“Aku baik. Kamu gimana? Kuliahmu , lancar?”

“Semua tak berjalan selancar dulu”

“Emm , apa ini masih saja masalah yang sama ? Sudahlah. Berapa kali aku bilang padamu. Jangan sesali apa yang sudah berlalu , berikan saja yang terbaik untuk selanjutnya

Bahkan dia masih sama , tak pernah mau memikirkan perasaan orang lain. Idealismenya itu .. sifat pemimpinannya itu.

“Iyaa , sudah kulakukan setiap harinya. Tapi tetap saja semua tak berjalan selancar dulu , ketika kamu masih berdiri disampingku. Kamu yang mengenggam tanganku dan kita melewati semua hal bersama-sama”

“Itu masa lalu. Cukup menjadi masa lalu yang nyaris sempurna untuk kita. Nikmati saja jalan hidupmu tanpa aku. Bukankah itu terdengar lebih indah dibandingkan jika kamu masih saja menyakiti dirimu dengan semua kenangan tentang aku yang tak mungkin kembali”

“Bukankah di dunia ini segalanya bisa menjadi mungkin?”

“Tapi kamu tau aku telah hidup bahagia bersama orang lain. Tidakkah kamu merasa menganggu hubungan kami dengan sikapmu yang seperti ini?”

“Aku tak pernah menganggu hubunganmu. Bahkan aku tak mengenal sedikitpun perempuan yang bersamamu sekarang”

“Baiklah. Berhenti bersikap seolah-olah tak ada laki-laki lain selain aku!”

Aku bisa merasakan kelelahannya. Aku tau ini menganggunya. Tapi apa harus dipaksakan? Aku yang masih saja mencintainya sebesar dulu. Apa harus dipaksakan untuk tiba-tiba berhenti begitu saja?

“Maafkan aku. Mungkin memang terlihat berlebihan. Hanya saja aku tak tau bagaimana harus menempatkan diriku saat ini. Aku bingung dengan semua hal yang terasa rumit. Sejak kamu pergi aku kehilangan banyak hal yang dulu pernah menjadi milikku. Dan aku belum merasa terbiasa dengan semua itu”

“Hanya butuh waktu sebelum kamu bisa menjadi pribadimu yang dulu. Pribadi luar biasa yang pernah membuatku jatuh cinta”

Aku tersenyum. Itu sedikit menghiburku .. dia pernah jatuh cinta padaku. Dia pernah begitu mencitaiku. Dia pernah menjadikan aku segalanya dalam hidupnya. Setidaknya itu semua pernah terjadi ..


28 Januari 2012 ^^ 23.10
:) Dunia Dalam Aksara - YanisNP (:   
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peduli - DuniaDalamAksara